Minggu, 21 Agustus 2011

Potensi Energi bahan bakar dan Listrik dari Kemelimpahan Eceng Gondok Danau di Kutai Kartanegara


Enceng gondok tumbuh dengan pesat di berbagai daerah aliran sungai dan danau di pulau Kalimantan, termasuk di daerah tengah hulu sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Terdapat sekitar 76 danau tersebar di daerah aliran Sungai Mahakam dan sekitar 30 danau terletak di daerah Mahakam bagian tengah termasuk tiga danau utamanya (danau Jempang 15,000 Ha; Danau Semayang 13,000 Ha; Danau Melintang 11,000 Ha). Sungai Mahakam dengan panjang sekitar 920 km ini melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir. 
 
Kian sibuknya lalulintas sungai dengan hilir mudiknya kapal-kapal besar maupun perahu kecil bermotor jadi ancaman serius lainnya. Kegiatan ekonomi yang bertambah ramai dengan memanfaatkan sungai sebagai urat nadi transportasi telah “merampas” habitat ikan khususnya Pesut Mahakam. Pesut Mahakam pun kian terkucil pada habitatnya akibat kalah bersaing dengan mesin mesin kapal yang menebarkan suara bising serta mencemari sungai dengan limbah-limbah minyak beracun. 
 
Kini, setidaknya di dua danau besar yang berada didaerah aliran sungai Mahakam, danau Melintang dan Semayang, didominasi eceng gondok, serta sejumlah besar lahan kering lainnya didominasi oleh alang-alang.  Hal ini jelas merupakan beban lingkungan hidup, setelah bertebarnya galian tambang batu bara dan bijih besi, yang akan mempengaruhi mutu lingkungan, yang pada saatnya akan mempengaruhi juga pertanian dalam arti luas yang ada di wilayah itu.
 
 
Atas dasar kepentingan pengendalian cemaran lingkungan dan pemikiran bagi pemberdayaan masyarakat di tepian sungai Mahakam itulah, lebih dari 9 anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara, serta Ketua DPRD Kukar, Ir.H. Awang Luqman, MM berkesempatan melakukan study banding guna mempelajari pengendalian eceng gondok yang diusulkan perusahaan PT. Cipta Visi Sinar Kencana, 19 Agustus 2011 lalu. 
 
 
Menurut Sonson Garsoni, setiap harinya, output shelter Instalasi BD 7000 L menghasilkan biogas dengan kemurnian > 80 % metan (CH4) sebanyak 37,8 m3 yang memiliki daya nyala dan kalori tinggi sebagai bahan kompor guna masak memasak setara 17, 388 kg LPG, atau bahan bakar gas tersebut dapat menyalakan 3 unit genset 5000 watt sebanyak 45,36 kWh (kilo watt hour). Selain penerimaan dari penjualan bahan bakar gas atau energi listrik diatas, instalasi shelter BD 7000L menghasilkan lumpur (slurry) dengan kualitas pupuk cair organik sebanyak 3,78 m3/ hari. Lumpur ini dapat ditingkatkan kualitasnya dengan menambahkan kedalamnya aneka bakteri (fixasi N2, pelarut posfat dan KCL) atau zat tumbuh, sehingga memiliki nilai tambah (added value) sebagai pupuk hayati atau pupuk organik.
 
Pengadaan digester dalam suatu instalasi shelter Bio Elektrik ini diharapkan mampu mengatasi bertumbuhnya populasi eceng gondok di kedua danau di Kutai Kartanegara khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya.  Selain masyarakat yang bergantung kehidupannya di kedua danau atau di tepian sungai Mahakam medapat manfaat bersihnya sungai dari jeratan eceng gondok pada moda transportasi sungai perairan seperti kapal motor, ponton atau perahu juga didapatkan bahan bakar bagi penerangan atau bahan bakar bagi kegiatan mengasap ikan serta memasak pada umumnya maupun mendapatkan energi listrik bagi berkembangnya industri kecil di pedalaman pedesaan Kutai.

Mengingat besarnya potensi eceng gondok di kedua danau Melintang dan Semayang dengan luasan lebih dari 25.000 Ha, pada asumsi 3 atau 4 bulan saja dapat bertumbuh hingga menutupi semua areal danau, dapat diperkirakan potensi pertumbuhan eceng gondok tersebut tidak akan kurang dari 20.000 Ha dibagi 100 hari atau 200 Ha/ hari atau setara dengan bobot 300 ribu ton/ hari. Dengan mengacu pada output energi dari tiap 1, 26 ton diatas, jika semua pertumbuhan eceng gondok/ hari diolah dengan instalasi Bio Elektrik, diperlirakan bisa dihasilkan 300.000 x 45,36 KWH= 13,600 MegaWatt (MW) atau setara dengan 300.000 ton/ 1,26 x 17,388 = 4, 139 kg LPG/ hari.  
 
Perkiraan hasil diatas masih belum diperhitungkan pendapatan dari pupuk organik yang diperoleh dari sludge instalasi, yang sangat bernilai ekonomi ketika digunakan sebagai pupuk organik bagi penumbuhan vegetasi dalam reklamasi lahan tambang. Sungguh suatu berkah yang sangat besar dari kemelimpahan eceng gondok danau bagi masyarakat pedalaman  Kutai Kartanegara Kalimantan Timur ini jika saja masalah sedimentasi di danau Melintang dan Semayang di Kalimantan ini, diatasi dengan tujuan pengadaan energi bahan bakar dan listrik serta pengadaan pupuk bagi reklamasi lahan tambang (+)  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Instalasi Biogas dan Bio Elektrik

Instalasi Biogas dan Bio Elektrik
Bahan bakar (BBM) yang berasal dari minyak bumi tersebut adalah sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sedangkan permintaannya naik terus. Demikian pula harganya, cenderung meningkat karena tidak ada keseimbangan permintaan ( demand) dan, di sisi lain, penawaran (supply). Demikian juga dengan masih rendahnya rasio elektrifikasi di berbagai bagian wilayah Indonesia ( Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua), pengolahan biomassa menjadi gas akan sangat membantu upaya pengembangan wilayah mandiri energi di Indonesia. Dan, bahkan, dengan hasil sampingan berupa lumpur ( slurry) berupa pupuk organik, pengembangan Bio Elektrik juga akan sekaligus memperbaiki lapisan atas tanah di areal-areal penambangan.

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]
Green Phoskko® (GP-7) Activator pembangkit gas metana (@ 250 gr/ Pack) sebagai pengurai secara fermentatif sampah dan limbah organik dalam digester kedap udara (tanpa oksigen) terbuat dari konsorsium mikroba anaerobik. Dalam lingkungan mikro yang sesuai dengan kebutuhan bakteri ini (kedap udara, material memiliki pH >6, kelembaban 60 %, dan temperatur > 30 derajat Celcius dan C/N ratio tertentu) akan mengurai atau mendekomposisi semua sampah dan bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan, feces tinja, kotoran hewan dan lain-lainnya) dengan cepat, hanya 5 hari. Kemasan Green Phoskko® (GP-7) dengan bentuk serbuk kering ini adalah Pack [@ 250 gr] kualitas karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack, total berat setara 5 kg+)

Lokasi Pelatihan Posko Hijau ( Green Training center)

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150
Alat pemurnian biogas (biogas purifier) ditujukan bagi upaya menaikkan efisiensi panas biogas, agar lebih berkualitas dalam penggunaannya sebagai bahan bakar dalam pembangkitan listrik ( generator set), pengganti bensin premium yang makin mahal dan menjadi sumber energi menjalankan perangkat elektrik modifikasi seperti lampu biogas, penanak nasi (rice cooker) biogas maupun perangkat elektronik lainnya. Alat pemurnian biogas (methane purifier 24150) terbuat dari tabung logam stainless, diameter 24 inch ( 30 cm) dengan tinggi 150 cm, memiliki silinder media (berisi pellet penyerap 25 kg), memiliki kekuatan menahan tekanan lebih dari 10,5 bar, dan berkapasitas memurnikan aliran hingga 40 m3/ hari biogas hasil pembangkitan digester. Alat ini berfungsi sebagai pemerangkap (absorbers) karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), dan air (H2O) sehingga menaikan komposisi kandungan gas metan dalam total biogas. Prinsip kerja alat pemurnian biogas ini adalah peran pellet penyerap (absorbers) terbuat dari campuran aneka mineral tambang yang teraktivasi dan termodifikasi larutan kimia, antara lain dengan basa kuat NaOH. Pellet penyerap pada tabung dapat diganti ( refill ) per setiap 2 (dua) bulan pemakaian atau diregenerasi dengan perlakuan tertentu hingga bisa digunakan sampai 1 tahun. Pemurnian biogas (methane purifier) ini mampu menaikan efisiensi kalori, memperbesar manfaat dan meningkatkan kualitas biogas hasil pembangkitan biogas dari reaktor atau bak cerna (digester) dengan output hingga 40 m3 gas per hari, serta menaikan atau menambah besaran komposisi metan antara 4 % hingga 20 % dibanding sebelumnya, dan bersaman dengan itu menurunkan kandungan CO2, H2O dan H2S.

Pembangkitan Biogas bagi Energi Listrik (Bio Elektrik)

Pembangkitan Biogas bagi Energi Listrik (Bio Elektrik)
Gas metana (CH4) terbentuk karena proses fermentasi secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri pembangkit metana (methan) atau disebut juga bakteri anaerobik dan atau bakteri biogas. Hasil fermentasi oleh bakteri ini mampu mengurangi sampah, yang banyak mengandung bahan organik (biomassa) sehingga terbentuk gas methan (CH4), yang apabila dibakar dapat menghasilkan energi panas. Gas metana sama dengan gas elpiji ( liquidified petroleum gas/LPG). Perbedaannya adalah gas metan mempunyai satu atom C, sedangkan elpiji lebih

Follow by Email

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk

Pengikut

Tampilan slide Biogas

Loading...

Monthly Pageviews

Video biogas

Loading...