Jumat, 03 Oktober 2014

Penambangan Gas Landfill, Minyak Bakar, Energi Listrik Turbin dan Kompos dari TPA Sampah

Ratus Ribuan ton sampah di Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA) adalah biomassa dan aneka material dengan segala potensinya guna mensejahterakan, sekurangnya bagi warga di radius beberapa km dari lokasi. Sampah TPA memiliki kandungan energi dari terbentuknya gas metan (CH4). Selain gas, potensi kalor dari jenis biomassa kering (kayu, ranting, daun, kain, kertas) serta potensi minyak bakar (heavy oil) dari hasil pirolisis plastik kualitas rendah (pampers, kresek, kemasan makanan). Selanjutnya, pupuk, hasil pelapukan (dekomposisi) jenis organik secara alami bertahun-tahun adalah, kompos yang berguna menyuburkan tanaman non pangan seperti pertamanan kota serta budidaya tanaman kayu bagi rehabilitasi dan penghijauan.

Ketika dibiarkan tanpa penambangan (landfill mining), penimbunan sampah di TPA sejak sebelum berlakunya kewajiban sanitary landfill berdasar UU No 18/2008 yang dilakukan tumpuk buang terbuka (open dumping) selama puluhan tahun tersebut, menghasilkan jutaan m3 gas metan ke udara. Merujuk referensi, tiap1 ton sampah adalah penyumbang 50 kg metana ke atmosfir menjadi penyebab efek rumah kaca atau pemanasan semesta (global warming). 

Dengan teknik pengeboran Landfill Mining Gas (LFG), kini gas metan (CH4) di kedalaman TPA dapat ditambang. Kemudian, dengan Methan Purifier, dimurnikan dari pengotor (Amoniak, H2O, H2S dan CO2) sehingga berkualitas untuk dijadikan bahan bakar pengganti solar dan premium dalam menjalankan generator listrik (bahan bakar biogas), engine dan pembangkitan termal. Keuntungan dari penggunaan energi landfill gas (LFG) adalah (i) akan mengurangi bau, (ii) mencegah gas metan terlepas ke atmosfir dan (iii) mempengurangi resiko memburuknya iklim. Dalam kaitan penilaian pengelolaan lingkungan suatu kota, penambangan gas metan memberi bobot ( nilai 9) bagi raihan Adipura Kencana. 


Dalam skala TPA Kota kecil, sedang dan besar (non Meropolitan), seperti pengalaman Tim KencanaOnline.Com menjadi penyedia teknologi TPA Kota Malang, Unaha Kendari dan pengelola TPS di banyak lokasi, pemanfaatan segera dapat dilakukan dengan investasi murah dan pengerjaan cepat adalah, dengan memurnikan dan mengkompresi metan dalam kompor tabung bertekanan. Pilihan lain membagikan gas metan murni hasil penambangan dan pemurnian di TPA, menggunakan instalasi damper. Metan atau biogas dalam tabung bertekanan maupun yang dialirkan instalasi damper ke rumah penduduk dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar, pengganti LPG, untuk kebutuhan memasak warga sehari-hari. Gas metan termurnikan juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar generator dan engine alternator ( biogas) dalam PLTBM - Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa, atau dibakar (flaring) dalam lampu-lampu petromak biogas ikut menambah keindahan dan memberi penerangan. Tentang cara penggunaan dan pemanfaatan biogas metan bagi pemanfaatannya di masyarakat, dapat dilihat di video tentang Energi Terbarukan.


Lebih maju lagi dari sekedar menambang (landfill gas) dan penampungan gas metan, aneka jenis sampah di TPA yang umumnya telah mengering, menjadi material pembangkit energi listrik dengan gasifikasi. Aneka jenis material di TPA, setelah dipisahkan dengan mesin pemilah dan pengayak sampah akan didapatkan kompos. Sementara sisa pengayakan, berupa material aneka plastik ( pampers, kresek, kemasan makanan, HDPE), dibuat minyak bakar melalui reaktor pirolisis serta sampah kering lainnya (kayu, kain perca, kemasan, dll) menjadi bahan baku bagi proses gasifikasi. Dengan gasifikasi dan pirolisis, disamping bermanfaat memperpanjang usia TPA, material sisa ini dapat dibangkitkan menjadi minyak bakar untuk bahan bakar engine yang dikopel ke alternator dinamo serta energi panas dengan kandungan kalor tinggi menjadi energi gerak. Perolehan energi panas dan gerak, akan memberi tekanan bagi berputarnya turbin dalam Gasifier  menghasilkan listrik.


Perolehan listrik skala besar di TPA, dengan mudah dimanfaatkan warga dalam skala jarak jauh atau radius beberapa km dari lokasi guna memenuhi kebutuhan energi listrik murah, menjadi sumber energi terbarukan warga sekitar TPA, termasuk bagi kegiatan memasak menggunakan kompor induksi. Tercanggih dalam memanfaatkan gas metan TPA dapat juga dilakukan dengan mengkompresinya kedalam tabung bertekanan 200 bar, menjadi pengganti bahan bakar minyak (BBM) kendaraan truk pengangkut sampah. Dengan pengisian ke tabung menggunakan kompresor DMC, Tim Cipta Visi Sinar Kencana (CVSK) telah membuktikan beberapa kendaraan di Bogor dan Malang setelah terinstall converter kit, dijalankan dengan gas metan murni ini.  Terdapat harapan bagi masyarakat dari keterlanjuran memiliki TPA dengan teknik open dumping, apalagi setelah menggunakan sanitary landfill, bisa merobah masalah menjadi berkah.
 
Penambangan gas landfill, minyak bakar, energi listrik turbin dan pupuk kompos dari TPA Sampah dengan Gasifier pada rangkaian metoda BiophoskkoGas menjadi pembangkit listrik TPA dapat digunakan lebih panjang atau bagi TPA ditutup dapat digunakan kembali. Seandainya UU Kelistrikan tidak memberikan monopoli distribusi ke PLN, nampaknya pembangkitan dan penjualan listrik di berbagai lokasi yang kaya biomassa (TPA sampah, danau eceng gondok, peternakan) akan memberi ruang gerak menjadi lahan bagi usaha kecil menengah. Tanpa itu, pengelolaan gas metan TPA hanya bisa dimanfaatkan oleh LSM, pemerintah dan CSR korporasi guna mensejahterakan warga sasaran pemberdayaan di sekitar lokasi. 

Wacana dan berbagai model penambangan gas metan (CH4) serta pemanfaatan pupuk (kompos), minyak bakar (heavy oil) dan energi listrik (turbin DC) dari gasifikasi sampah TPA sangat menarik untuk terus dikembangkan para pemangku kepentingan (stakeholder) persampahan kota jika mengingat potensi besarnya dalam mensubtitusi BBM bagi pembangkitan energi listrik. Sebagai cadangan energi dengan lokasi tersebar di semua wilayah Indonesia, tanpa jaringan kelistrikan mahal dapat segera dirasakan manfaatnya di seluruh wilayah tanah air. Mungkin itu pula yang membuat banyak pengelola TPA, antara lain dari Unaha Kendari, Manggar Balikpapan, Ganet Tanjung Pinang mengunjungi showroom KencanaOnline.Com di Bandung (*)

Instalasi Biogas dan Bio Elektrik

Instalasi Biogas dan Bio Elektrik
Bahan bakar (BBM) yang berasal dari minyak bumi tersebut adalah sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sedangkan permintaannya naik terus. Demikian pula harganya, cenderung meningkat karena tidak ada keseimbangan permintaan ( demand) dan, di sisi lain, penawaran (supply). Demikian juga dengan masih rendahnya rasio elektrifikasi di berbagai bagian wilayah Indonesia ( Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua), pengolahan biomassa menjadi gas akan sangat membantu upaya pengembangan wilayah mandiri energi di Indonesia. Dan, bahkan, dengan hasil sampingan berupa lumpur ( slurry) berupa pupuk organik, pengembangan Bio Elektrik juga akan sekaligus memperbaiki lapisan atas tanah di areal-areal penambangan.

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]
Green Phoskko® (GP-7) Activator pembangkit gas metana (@ 250 gr/ Pack) sebagai pengurai secara fermentatif sampah dan limbah organik dalam digester kedap udara (tanpa oksigen) terbuat dari konsorsium mikroba anaerobik. Dalam lingkungan mikro yang sesuai dengan kebutuhan bakteri ini (kedap udara, material memiliki pH >6, kelembaban 60 %, dan temperatur > 30 derajat Celcius dan C/N ratio tertentu) akan mengurai atau mendekomposisi semua sampah dan bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan, feces tinja, kotoran hewan dan lain-lainnya) dengan cepat, hanya 5 hari. Kemasan Green Phoskko® (GP-7) dengan bentuk serbuk kering ini adalah Pack [@ 250 gr] kualitas karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack, total berat setara 5 kg+)

Lokasi Pelatihan Posko Hijau ( Green Training center)

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150
Alat pemurnian biogas (biogas purifier) ditujukan bagi upaya menaikkan efisiensi panas biogas, agar lebih berkualitas dalam penggunaannya sebagai bahan bakar dalam pembangkitan listrik ( generator set), pengganti bensin premium yang makin mahal dan menjadi sumber energi menjalankan perangkat elektrik modifikasi seperti lampu biogas, penanak nasi (rice cooker) biogas maupun perangkat elektronik lainnya. Alat pemurnian biogas (methane purifier 24150) terbuat dari tabung logam stainless, diameter 24 inch ( 30 cm) dengan tinggi 150 cm, memiliki silinder media (berisi pellet penyerap 25 kg), memiliki kekuatan menahan tekanan lebih dari 10,5 bar, dan berkapasitas memurnikan aliran hingga 40 m3/ hari biogas hasil pembangkitan digester. Alat ini berfungsi sebagai pemerangkap (absorbers) karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), dan air (H2O) sehingga menaikan komposisi kandungan gas metan dalam total biogas. Prinsip kerja alat pemurnian biogas ini adalah peran pellet penyerap (absorbers) terbuat dari campuran aneka mineral tambang yang teraktivasi dan termodifikasi larutan kimia, antara lain dengan basa kuat NaOH. Pellet penyerap pada tabung dapat diganti ( refill ) per setiap 2 (dua) bulan pemakaian atau diregenerasi dengan perlakuan tertentu hingga bisa digunakan sampai 1 tahun. Pemurnian biogas (methane purifier) ini mampu menaikan efisiensi kalori, memperbesar manfaat dan meningkatkan kualitas biogas hasil pembangkitan biogas dari reaktor atau bak cerna (digester) dengan output hingga 40 m3 gas per hari, serta menaikan atau menambah besaran komposisi metan antara 4 % hingga 20 % dibanding sebelumnya, dan bersaman dengan itu menurunkan kandungan CO2, H2O dan H2S.

Pembangkitan Biogas bagi Energi Listrik (Bio Elektrik)

Pembangkitan Biogas bagi Energi Listrik (Bio Elektrik)
Gas metana (CH4) terbentuk karena proses fermentasi secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri pembangkit metana (methan) atau disebut juga bakteri anaerobik dan atau bakteri biogas. Hasil fermentasi oleh bakteri ini mampu mengurangi sampah, yang banyak mengandung bahan organik (biomassa) sehingga terbentuk gas methan (CH4), yang apabila dibakar dapat menghasilkan energi panas. Gas metana sama dengan gas elpiji ( liquidified petroleum gas/LPG). Perbedaannya adalah gas metan mempunyai satu atom C, sedangkan elpiji lebih

Follow by Email

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk

Pengikut

Tampilan slide Biogas

Loading...

Monthly Pageviews

Video biogas

Loading...