Sabtu, 20 September 2014

Metoda BiophoskkoGas Konversi Musnah Sampah di TPS 3R Jadi Listrik dan Lumpur Probiotik

Gasifier GS 100 adalah rangkaian alat pembangkit bahan bakar gas, kalor dan minyak bakar (heavy oil) dari bahan baku sampah anorganik (biomassa dan plastik). Rangkaian alat bekerja sedemikian rupa saling terhubung antara proses gasifikasi, pirolisa dan anaerobic digestion menjadi suatu metoda BiophoskkoGas (Biogas- Pirolisis- Komposter-Gasifier).

Rangkaian pertama, bagi proses gasifikasi pada Gasifier GS 100 terbuat dari logam Mild steel (MS) 7 mm dengan ketebalan bata tahan api (castable/refractory brick) min 7 cm, ketahanan menerima beban temperatur tinggi 1500° C. Gasifier dilengkapi burner berbahan bakar biogas (series 304 memiliki flame temperature hingga 500° Celcius), siklon (cyclon) pemisah debu kasar, pengendap tar serta filter penyaring debu halus dan asap ( ElectroStatic Precipitator (ESP) sistim turbin pembangkit listrik ( alternator generator, blade, controller).

Di ruang lain, sebagai rangkaian ke-2, diatas gasifier (combustion chamber) terpasang reaktor pirolisis berupa silinder kedap udara terbuat dari Plat stainless dilengkapi lubang pengumpan (hopper) bijih plastik secara kontinyu serta pendingin (kondensat) berupa pipa. Sistim pirolisis memiliki kapasitas konversi (convert capacity) 2,5 kg biji plastik per jam atau 60 kg biji plastik atau setara dengan pengolahan sampah plastik (sebelum pencacahan) 0,1 ton/ hari menjadi 54 liter minyak bakar/ hari. Reaktor mampu mengubah sampah plastik menjadi minyak bakar (fasa cair) yang dapat diaplikasikan sebagai bahan bakar pemanasan boiler, bahan bakar insinerator, bahan bakar mesin diesel dan generator (engine statis).

Rangkaian ke 3 berupa PLTBM - Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa 30616 terdiri dari 1 unit reactor digester 3 m3, 1 unit pemurnian biogas ( methane purifier) MP 12135 (PVC), gas holder kapasitas 5,3 m3, 1 unit generator BG 2 KVA (genset biogas daya 2000 watt), bakteri aktivator metanogen GP-7 untuk 1 bulan serta perlengkapan instalasi ( kompresor mini, slang, valve, hingga fasilitas menyalakan kompor dan generator).

Pembangkitan listrik melalui metoda BiophoskkoGas GS 100 ini dilengkapi dengan rangkaian seri penyimpan daya ( 5 unit battery 12 V / 100 Ah), controller ( charger regulator), power charger dan inverter guna konversi daya ke listrik dari battery ke arus (AC 220 Volt) melalui inverter 2 KW.

Kapasitas konversi pemusnahan sampah pada rangkaian Gasifier GS 100 sebesar 100 kg sampah organik kering dan anorganik/ jam, 2,5 kg plastik/ jam serta 0,150 m3 sampah organik atau cairan licid/ hari. Bisa bekerja 24 jam terus menerus atau setara kapasitas total 2,5 ton aneka jenis sampah/ hari, atau setara lebih 3-5 m3/ hari. Kemampuan Gasifier GS 100 sangat efektif melakukan pemusnahan sampah di TPS 3R untuk dikonversi menjadi listrik (oleh peranan turbin DC, generator set biogas dan alternator dikopel engine berbahan bakar minyak dari pirolisis plastik).

Perolehan hasil pemusnahan tergantung kandungan kalori dari komposisi jenis bahan baku isian (sampah atau biomassa). Berdasar data kondisi TPS di Indonesia, setiap hari akan diperoleh daya listrik. Besaran energi listrik digunakan untuk menjalankan gasifier ( 2 blower 250 w, motor intake sorong bagi pemasukan bahan baku, intake screw press, pompa consor pendingin dan penerangan area TPS 3R) dengan demikian Gasifier GS 100 bekerja tanpa memerlukan BBM maupun listrik PLN. Sementara output netto (keluar) terdiri dari 100 liter lumpur probiotik ( bagi penumbuh plankton pakan ikan), residu (abu, arang atau kerak slag) sebesar 1-4 % setara 100 kg dari tiap 2,4 ton berat bahan baku isian (bbi). Abu keluaran gasifier ini baik digunakan bahan pembuatan batako maupun campuran semen kontruksi.

Instalasi Biogas dan Bio Elektrik

Instalasi Biogas dan Bio Elektrik
Bahan bakar (BBM) yang berasal dari minyak bumi tersebut adalah sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sedangkan permintaannya naik terus. Demikian pula harganya, cenderung meningkat karena tidak ada keseimbangan permintaan ( demand) dan, di sisi lain, penawaran (supply). Demikian juga dengan masih rendahnya rasio elektrifikasi di berbagai bagian wilayah Indonesia ( Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua), pengolahan biomassa menjadi gas akan sangat membantu upaya pengembangan wilayah mandiri energi di Indonesia. Dan, bahkan, dengan hasil sampingan berupa lumpur ( slurry) berupa pupuk organik, pengembangan Bio Elektrik juga akan sekaligus memperbaiki lapisan atas tanah di areal-areal penambangan.

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]
Green Phoskko® (GP-7) Activator pembangkit gas metana (@ 250 gr/ Pack) sebagai pengurai secara fermentatif sampah dan limbah organik dalam digester kedap udara (tanpa oksigen) terbuat dari konsorsium mikroba anaerobik. Dalam lingkungan mikro yang sesuai dengan kebutuhan bakteri ini (kedap udara, material memiliki pH >6, kelembaban 60 %, dan temperatur > 30 derajat Celcius dan C/N ratio tertentu) akan mengurai atau mendekomposisi semua sampah dan bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan, feces tinja, kotoran hewan dan lain-lainnya) dengan cepat, hanya 5 hari. Kemasan Green Phoskko® (GP-7) dengan bentuk serbuk kering ini adalah Pack [@ 250 gr] kualitas karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack, total berat setara 5 kg+)

Lokasi Pelatihan Posko Hijau ( Green Training center)

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150
Alat pemurnian biogas (biogas purifier) ditujukan bagi upaya menaikkan efisiensi panas biogas, agar lebih berkualitas dalam penggunaannya sebagai bahan bakar dalam pembangkitan listrik ( generator set), pengganti bensin premium yang makin mahal dan menjadi sumber energi menjalankan perangkat elektrik modifikasi seperti lampu biogas, penanak nasi (rice cooker) biogas maupun perangkat elektronik lainnya. Alat pemurnian biogas (methane purifier 24150) terbuat dari tabung logam stainless, diameter 24 inch ( 30 cm) dengan tinggi 150 cm, memiliki silinder media (berisi pellet penyerap 25 kg), memiliki kekuatan menahan tekanan lebih dari 10,5 bar, dan berkapasitas memurnikan aliran hingga 40 m3/ hari biogas hasil pembangkitan digester. Alat ini berfungsi sebagai pemerangkap (absorbers) karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), dan air (H2O) sehingga menaikan komposisi kandungan gas metan dalam total biogas. Prinsip kerja alat pemurnian biogas ini adalah peran pellet penyerap (absorbers) terbuat dari campuran aneka mineral tambang yang teraktivasi dan termodifikasi larutan kimia, antara lain dengan basa kuat NaOH. Pellet penyerap pada tabung dapat diganti ( refill ) per setiap 2 (dua) bulan pemakaian atau diregenerasi dengan perlakuan tertentu hingga bisa digunakan sampai 1 tahun. Pemurnian biogas (methane purifier) ini mampu menaikan efisiensi kalori, memperbesar manfaat dan meningkatkan kualitas biogas hasil pembangkitan biogas dari reaktor atau bak cerna (digester) dengan output hingga 40 m3 gas per hari, serta menaikan atau menambah besaran komposisi metan antara 4 % hingga 20 % dibanding sebelumnya, dan bersaman dengan itu menurunkan kandungan CO2, H2O dan H2S.

Pembangkitan Biogas bagi Energi Listrik (Bio Elektrik)

Pembangkitan Biogas bagi Energi Listrik (Bio Elektrik)
Gas metana (CH4) terbentuk karena proses fermentasi secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri pembangkit metana (methan) atau disebut juga bakteri anaerobik dan atau bakteri biogas. Hasil fermentasi oleh bakteri ini mampu mengurangi sampah, yang banyak mengandung bahan organik (biomassa) sehingga terbentuk gas methan (CH4), yang apabila dibakar dapat menghasilkan energi panas. Gas metana sama dengan gas elpiji ( liquidified petroleum gas/LPG). Perbedaannya adalah gas metan mempunyai satu atom C, sedangkan elpiji lebih

Follow by Email

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk

Pengikut

Tampilan slide Biogas

Loading...

Monthly Pageviews

Video biogas

Loading...